Bunta. Nama sepotong wilayah di Sulawesi Tengah ini kerap saya dengar dari orang-orang tua di kampung. Sebagian orang-orang tua di kampung saya adalah eks-transmigran di Bunta.
Tahun ini, saya berkesempatan berkunjung ke Bunta. Menemani emak mertua yang ingin sekali bersua kerabatnya yang tinggal di sana.
Kami berangkat dari Jembrana Bali pada tanggal 19 Juni 2026 (4 Muharram 1448 H), Jumat jam 3 dinihari. Kami putuskan berangkat di jam dan hari itu karena kapal yang akan membawa kami ke Sulawesi akan berangkat hari Sabtu pagi dari Surabaya. Rencananya, kami akan menginap satu malam di Surabaya.
Kendaraan yang kami tumpangi dalam perjalanan kali ini adalah Toyota Inova keluaran 2014. Sebetulnya, jenis kendaraan macam ini kurang elok dibuat untuk tujuan penjelajahan. Tetapi, pertimbangan kami hanyalah kenyamanan di dalam kabin, mengingat emak kami yang ikut serta.
Kami tiba di Surabaya pada siang hari Jumat jam 13.30 wib. Kami menginap di hotel Kokoon di Jalan Selompretan. Tempat ini kami pilih karena lebih dekat menuju pelabuhan kapal.
20 Juni
Pagi hari setelah sarapan, kami meninggalkan penginapan dan bergegas menuju pelabuhan. Jam 8, kendaraan yang kami bawa telah masuk ke perut kapal Dharma Kencana V.. Kami menempati ruangan kelas 2, di kamar 303. Tiket kapal untuk pelayaran kami dari Surabaya ke Donggala dan sebaliknya, telah kami booking tiga minggu sebelumnya. Kami berharap bisa dapat di kelas VIP atau minimal kelas 1. Tetapi nihil. Tiket kelas VIP dan kelas 1 sudah lebih dulu ludes.
Komentar