Akhirnya pecah juga perang episode kedua antara USA+Israel versus Iran. Setelah ashar, ketika saya membuka info berita, telah dikabarkan beberapa menit lalu, serangan oleh Israel dan Amerika ke pusat Kota Iran. Serangan itu sebagai jalan buntu setelah Presiden Tak Waras Donald Trump merasa kurang heppy dengan hasil perundingan antara Iran-AS yang berlangsung di Swiss beberapa hari lalu. Iran bukan bangsa yang gampang tunduk, tidak gampang didikte, apalagi oleh negara yang merasa sok super power macam Amerika. Saya berharap, balasan Iran akan menghancurkan Tel Aviv dan kota-kota lain di Israel, termasuk pangkalan militer AS di Timur Tengah. Bersiap
Musim libur bersamaan dengan akhir tahun 2025. Rupanya, Yogya sedang jadi magnet wisatawan domestik tahun ini. Koran Jawa Pos yang terbit 27 Desember memberi judul headline-nya "Satu Indonesia ke Jogja dan Batu Semua". Sementara koran lokal Yogya, Harian Kedaulatan Rakyat yang terbit tanggal 28 Desember, memberi judul headline-nya "Wisatawan Serbu Yogya, Malioboro Macet, Lereng Merapi Membludak". Kami ke Yogya. Ini catatan ringkas perjalanan lima hari di Yogya. Day 1 Rabu, 24 Desember 2025 Tiba di Yogya jam 7 WIB pagi. Turun di Jembatan layang Janti Menuju Hotel Paku Mas, titip koper. Lalu, dengan jasa Grab, meluncur ke Malioboro. Sarapan di Resto Nguri Uri, Hotel Indonesia. Aku pesan nasi, sayur lodeh dan mendoan tempe saja. Minumnya wedang uwuh yang hot itu. Isteri dan anak-anak ngelencer ke Hamzah Batik lalu ke Prawirotaman. Aku singgah ke Jogja Library, cari arsip majalah Tempo, edisi 2 September 1989, rubrik Memoar wawancara KHR.As'ad Syamsul ...