Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label urban culture

Kota, Toko Obat dan Tubuh

DI pertigaan jalan itu, saya berhenti. Di antara deretan warung dan toko, mataku tertuju pada sebuah toko kecil dengan kaca penuh tulisan. Kaca itu penuh tulisan keterangan jenis obat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tubuh: Pelansing, alat bantu getar, pil biru, viagra, cosmetik dan lain-lain. SEBUAH plakat papan nama toko bertulis "Obat Perkasa" terpancang di depannya. Itu toko obat kuat. Sejauh ini, kecuali hanya melihat sekilas di halaman surat kabar, saya belum pernah menaruh perhatian terhadap keberadaan toko obat kuat. Karena itu, sekali ini saya mencoba mengamati keberadaan toko ini secara khusus. Saya mencoba membuat-buat pertanyaan: Siapa saja konsumen toko obat kuat? Bagaimana pola transaksi antara penjual dan pembeli? Dua pertanyaan ini saya ajukan karena saya belum pernah melihat ada orang melakukan transaksi langsung di toko-toko obat kuat. Di hari lain, saban waktu saya melihat sekilas ke arah toko obat kuat, tak seorang pun konsumen pernah saya lihat...