Gili atau pulau-pulau kecil. Letaknya berada di sekitar pulau induk. Gili sudah lama jadi magnet wisata. Ada juga yang jadi milik pribadi. Selain penduduk setempat, hotel, vila dan resort banyak bercokol di gili.
Tahun 2022 silam, kami sekeluarga bertamasya ke Gili Trawangan Lombok Utara. Saat itu sedang puncak Covid-19. Kami sewa speedboat untuk mencapai daratan Gili Trawangan. Lokasi ini termasuk salah satu primadona tujuan wisata manca.
Di musim Covid-19, harga sewa hotel anjlok. Gili Trawangan seperti kampung mati. Tidak banyak manusia beredar.
Sengaja kami berjalan kaki dari pelabuhan gili ke penginapan di Aston Hotel. Jaraknya hampir 2 kilo. Melewati perkampungan yang sunyi.
______
Libur lebaran tahun 2026 ini, kami ke daerah Sekotong Lombok Barat. Menginap di sebuah bungalow di tepi pantai, namanya Kresna Bungalow.
Dari sini kita sewa perahu Rp. 600.000 yang muat 18 orang. Dengan perahu itu, kami singgah ke Gili Nanggu, Gili Kedis dan Gili Sudak.
Diantara ketiga tempat itu, spot paling asyik adalah di Gili Kedis. Sebuah daratan mini yang ukurannya hanya seluas lapangan Futsal. Ada sebuah warung yang menjual kelapa muda dan camilan di situ. Kami duduk-duduk di dipan kayu di bawah pohon Waru sambil menikmati kelapa muda.
Anak-anak bermain di pasir. Pasir putih.
______
Kami menyewa lima kamar dan menginap semalam di Kresna Bungalow Sekotong. Letak bungalow di tepi pantai. Dari teras bungalow kita bisa nikmati pemandangan air laut teduh.
Esok harinya, kami berangkat ke Gili Gede dengan menumpang perahu.
Rupanya, di wilayah sekotong ini, kami punya kerabat dekat. Sepupu dari ayahku. Dua orang tinggal di daratan. Satu lagi menghuni Gili Gede di seberang.
Komentar