Langsung ke konten utama

Postingan

Kesendirian

Dari jendela lantai 5 hotel swiss-belinn, sepetak sawah seluas kira-kira dua hektar itu, tampak bagai permadani antik di tengah kepungan bermacam bangunan-bangunan beton di sekelilingnya. Di tengah kota Surabaya. Ada tanaman padi yang masih tegak di sana. Ditanam tangan-tangan petani, jika masih mungkin layak disebut petani, yang masih menggantung harapan penghidupannya dari sawah itu. Selebihnya, di luar musim tanam dan waktu panen, petani ini entah bekerja sebagai apa: tukang tambal ban kah? Pulisi cepek kah? Buruh pabrik kah? Tukang parkir liar kah? Pegawai negeri kah? Persawahan di sisi timur Swiss Bellinn Surabaya/ 12-12-2018/foto by samsulbahri Di tengah rimba kota, sawah jadi barang antik. Bisa jadi daya tarik bagi wisatawan yang kebetulan menyaksikan pemandangan ini. Bisa jadi daya tarik bagi si pemodal rakus yang melirik dan menaksir berapa milyar dibutuhkan uang untuk merebut dan mengalihfungsikan sawah itu jadi ladang bisnis yang tidak lagi membuahkan bulir padi m...

Foto-foto Keluarga

aqiqah Yasi Najida Haji Ahmad Sabri, Sepulang dari Menunaikan Haji, Mujur, 1995 Yasi Najida, 28 April 2012

Rabo Legi Rabo Pungkasan

Seorang tetangga memberitau saya; kalau mau menanam pohon yang berbuah, sebaiknya dilalukan pada hari pasaran Legi. Seminggu lalu, pohon mangga di depan rumah kami ditebang. Alasan karena sudah tua, buahnya tidak banyak, akarnya yang besar menjalar menggapai pondasi rumah. Walhasil, halaman depan rumah jadi gersang, panas, kurang sedap dipandang. Seperti ada energi positif yang hilang begitu saja. Lalu kami putuskan untuk mengganti pohon mangga yang ditebang itu dengan pohon kenitu. Sawo manila kata sebagian orang. Ada tetangga bilang; carilah hari pasaran Legi setiap kali akan menanam pohon berbuah. Aku sendiri tidak mengerti apa hubungan hari pasaran dengan kegiatan tanam menanam. Anggap saja ini bagian dari pengetahuan arif lokal warisan nenek moyang yang patut diikuti. Begitu sore tadi pohon ditanam, bertepatan dengan hari Rabo Legi, pas hari terakhir pula di bulan Safar. Jadi menurut istilah orang Jawa, lagi-lagi bersumber dari pengetahuan kearifan nenek moyang, hari Rab...

Sebetulnya Perlukah Ada Perayaan Hari Santri Nasional?

Kira-kira dalam tahun 2001 persisnya. Saya diajak seorang kawan, Ahmad Adib Saifuddin (Allahuyarhamh), berkunjung ke sebuah pesantren di Kaliangkrik Magelang Jawa Tengah. Di pesantren itu, tinggal menuntut ilmu adik dari kawan saya ini bernama Ahmad Amin Badrudduja. Selepas turun dari terminal Candi Borobudur, kami berjalan kaki melawati jalanan kampung, kebun-kebun, persawahan, sungai yang curam dengan sebuah jembatan gantung yang menghubungkan kedua tebingnya, lalu pekuburan Nasrani, persawahan lagi, dan sampailah di tempat yang disebut pesantren itu. Hari telah beranjak senja. Waktu shalat Ashar hampir habis. Sangat sederhana.. bersahaja..!! Begitulah berkali-kali Aku mengungkapkan kesanku melihat pesantren ini. Tempat tinggal santri hanya berupa bangunan kayu berdinding bedek bambu beratap anyaman daun kelapa dan asbes. Ukurannya kecil. Cukup menampung lima orang di dalamnya. Satu-satunya lampu penerang hanyalah bola lampu berdaya 5 watt warna kuning yang membuat mata memicing ...

Tukang Lapor

Bosan hidup pas pasan? Pengen mendadak kaya? Dapet duit kes 200 juta? Ini bukan iklan bohongan. Ini program terbaru pemerintah Indonezia dalam rangka menaikkan jumlah kelas menengah, mendongkrak daya beli masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, memperbanyak jumlah orang kaya mendadak...!!! Sudah ada Peraturan Pemerintah yang ditandatangani Pak De Jo yang jadi presiden itu mengenai reward kes 200 juta ini. Syaratnya gampang. Kamu cuma butuh keterampilan jadi "Tukang Lapor". / Pelapor. Tukang Lapor??? Ya. Jadi Tukang Lapor. Ada yang korupsi... Laporkan Ada pungli... Laporkan Laporkan hal ini kepada anggota lembaga Anti-rasuah (KPK). Cantumkan KTP dan alamat lengkapmu. Kalau ternyata laporanmu benar dan meyakinkan, terimalah itu duit 200 juta. Hagaimana? Hamu tertarik Hengan Hawaran Menghiurkan Hini??? Saking gembiranya mendapat kabar ini, Aku sampai terengah-engah ketika bikin tulisan ini.... Setelah mendengar kabar menggembirakan ini, Aku sendiri sudah puny...

Harga Minyak Naik.. Lalu Turun Lagi

Harga minyak (premium) naik malam ini. Aku baru tahu beberapa saat setelah makan nasi bungkus dan menghabiskan secangkir kopi Arab (qahwah) di beranda di halaman rumah sambil menikmati semilir angin. Beruntung sudah selesai makan. Andaikata berita ini kudengar sebelum atau saat di pertengahan mengunyah nasi, barangkali selera makanku bakal down, dan seruputan qahwah terasa hambar. Seperti musibah, kenaikan harga minyak selalu bikin murung. Paling-paling yang paling merasa diuntungkan sesaat atas kenaikan harga ini adalah pedagang eceran yang siang tadi kebetulan mengisi penuh jerigen dengan harga lama, dan besok pagi sudah dapat menjualnya dengan harga baru. Bagaimana tidak murung? BBM ini semacam komoditas bertuah. Sekali dia naik, maka hampir seluruh harga kebutuhan pokok lainnya akan naik, termasuk biaya lain-lain, seperti ongkos angkot, ongkos isi angin roda di tukang pres ban, sampai biaya persewaan terop dan sound system buat acara kawinan ikut memasang tarif baru. Jangan t...