Langsung ke konten utama

Postingan

Pram dan Aku

Hari ini 30 April, tanggal wafat Pramudya Ananta Toer. Sastrawan paling produktif di Indonesia yang pernah aku kenal dan aku baca karyanya. Catatan ini akan menguraikan awal perjumpaanku dengan karya-karya Pram, dan bagaimana karya-karya itu telah turut membentuk jalan pikiranku selama aku menjadi mahasiswa di Jogja. Pram  adalah nama baru yang kukenal setelah aku hijrah ke Jogja. Di pesantren, semasa duduk di bangku SMP, sastrawan yang banyak beredar karyanya di toko buku dan terpajang di perpustakaan hanyalah mereka yang dari angkatan Balai Pustaka; sebut nama segelintir dari mereka; Hamka, Marah Rusli, Sutan Takdir Alisyahbana. Seingatku, karya novel pertama yang aku baca sewaktu masih di bangku SMP adalah karya Hamka, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Lalu Layar Terkembang karya Sutan Takdir, dan terakhir Kasih Tak Sampai karya Marah yang tak gampang marah. :) Nama Pram tak sekalipun pernah kudengar. Di buku pelajaran bahasa dan sastra juga ...

Pendinginan

Dari jalan Gatsu Denpasar butuh waktu dua jam lagi untuk sampai di lokasi vila Green View Ubud Gianyar. Jalanan masih terbilang ramai selepas perayaan tahun baru. Hujan gerimis menemani sepanjang jalan. Mula-mula kami agak pesimis melihat kondisi jalanan menuju tujuan. Banyak tanjakan dan turunan curam. Menerobos jalan perkampungan. Lantaran fisik yang penat, perjalanan menuju vila terasa memakan waktu. Lebih lagi, 500 meter menjelang tiba di lokasi, kami makin dibuat ciut nyali, oleh karena peta di layar telpon pintar meunjuk ke sebuah jalan kecil yang di sisi kirinya ditumbuhi ilalang tinggi. Jalan yang membelah sawah ini hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat, dan mustahil dapat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawan. Hanya ada satu papan nama kecil yang memberikan petunjuk bahwa jalan ini akan menuju vila Green View. Kami makin dibuat penasaran karena setelah beberapa meter menyusuri jalan kecil itu, lokasi vila tak kunjung nampak. Justeru yang terlihat meno...

JERUSSALEM

"Si tua yang pikun" (dotard)..!! ejek pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kepada presiden Amrik Donald Trump atas sikap Trump yang memberi pengakuan resmi atas Jerussalem sebagai ibukota Israel. Pernyataan itu ditandatangani Trump pada 6 Desember lalu. Aiiiihhh.. 6 Desember, bukan 5 Desember. Kalau 5 Desember berarti hari yang disebut "bersejarah" oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu itu akan bersamaan dengan tanggal hari lahir saya..!!! Itu penghinaan buat saya..!! Meski saya tidak pernah peduli soal tanggal hari lahir, tapi saya tetap akan ikut merasa terpukul oleh dua hal: pernyataan Trump dan tanggal bersejarah itu... Masih beruntung 6 Desember. Andaikata tanggal 6 bulan Desember bisa marah.. Andaikata tahun 2017 bisa marah, maka sudahlah pasti bulan dan tahun ini akan marah karena telah dijadikan sebagai hari "bersejarah" oleh keputusan yang melanggar hukum internasional. Waktu Netanyahu diundang ke Paris dan menyampaikan kegembiraan ...

V Money

Apakah revolusi terbesar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini??? Ialah bergantinya sistem alat transaksi dari "uang fisik" ke 'uang maya' alias virtual money alias V-money, sebagian menyebutnya cryptocurrency. Dugaan saya, dalam beberapa tahun mendatang (mungkin 20 tahun lagi) uang fisik (kertas dan logam) akan hilang dari peredaran. Atau jika tidak hilang, penggunaannya semakin berkurang. Ini semua gara-gara lahirnya teknologi komputerasi smartphone yang makin banyak digunakan oleh anak cucu Adam-Hawa di seluruh dunia. V-money Saya adalah contoh orang paling katrok. Alias ketinggalan jaman. Handphone yang saya pakai masih Nokia 1200 yang kubeli tahun 2008 silam. Ketika saya berjumpa dengan kawan-kawan dalam sebuah pertemuan, mereka sering menanyakan pada saya: We A mu berapa???  (WA = whats app), teknik chatting real time dengan smart phone. Lantas saya bilang: "saya tak punya WA. Henpon saya masih Nokia. Kalau kirim kabar SMS saja....

Film PKI

"Film PKI" sebutan kami untuk film Pengkhianatan G 30 S/PKI besutan sutradara Arifin C. Noor. Film itu sudah saya tonton sejak saya masih Sekolah Dasar kelas 3. Sebagai tontonan wajib setiap tanggal 30 September, film itu pernah diputar di TVRI mulai pukul 12 tengah malam waktu Indonesia tengah, dan selesai kira-kira menjelang subuh. Beberapa tahun kemudian seiring makin santernya doktrin "anti-komunis" Orde Baru, film itu diputar mulai pukul 8 malam, selesai jam 12 malam. Selain itu, film itu juga pernah saya tonton di acara gotong royong pembangunan sebuah sekolah dasar di dusun Songkok. Pemutaran film PKI versi layar tancap itu disiarkan oleh Departemen Penerangan Kecamatan dengan kendaraan keliling di jalan desa. Dihimbau bagi setiap penonton yang akan datang menonton untuk membawa minimal satu bongkah batu sebagai "karcis nonton". Batu-batu itu rencananya akan digunakan untuk membangun fondasi pagar sekolah. Waktu saya tinggal di pesantren Asembag...

Fasholatan Kiai Asnawi Kudus

SETELAH hampir setahun, baru kali ini saya punya kesempatan membuka-buka dan membaca sebuah kitab mungil, Kitab Fasholatan , karya Kiai Asnawi Bandan Kudus. Kitab ini dihadiahi Ibu Nyai Sohib Bisri saat kami berziarah ke kediaman beliau di Pesantren Denanyar Jombang dalam bulan Agustus 2016 silam. Kebetulan isteri saya pernah mondok di asrama di bawah asuhan Nyai Sohib. Kedatangan kami ke Denanyar itu jadi semacam acara sowan murid kepada guru.  Bukan main hadiah yang diberikan sang guru kepada bekas muridnya, sebuah kitab berisi tuntunan sholat, dengan harapan agar si murid jangan sampai lalai terhadap kewajiban agama yang maha penting itu. Isteri saya bersama gurunya, Nyai Sohib Bisri (tengah) di Denanyar Djombang Barangkali sang guru tahu belaka kebiasaan para santri mereka setelah jauh dari pesantren, dan hidup bermasyarakat. Sebagian dari mereka telah banyak yang melupakan kebiasaan-kebiasaan saat mondok dulu, hanyut dalam kehidupan yang serba mementingka...

Ahok dan Karangan Bunga

Tanya kepada toko penjual karangan bunga, berapa harga satu buah rangkaian karangan bunga? Cukup berfariasi. Ukuran terkecil tanpa alat penyangga seharga Rp. 450.000. Jika didiskon karena bunganya sudah layu menjadi Rp. 290.000. Harga termahal ukuran jumbo berkisar antara 1000.000 hingga 3.400.000. Jika didiskon menjadi setengah harga. Hari-hari ini pebisnis karangan bunga di Jakarta mendapatkan untung berlipat. Itu semua lantaran pendukung Ahok yang belakangan ini terpicu rasa sedihnya atas dua peristiwa: kekalahan telak Ahok dalam duel Pilkada ronde kedua, dan jatuhnya vonis 2 tahun penjara atas tuduhan penistaan agama. Setelah Ahok dinyatakan kalah dalam Pilkada, berjibun karangan bunga menumpuk di depan Balaikota DKI, tempat Ahok ngantor sehari-hari. Luar biasa banyaknya karangan bunga yang dipersembahkan buat Ahok. Sudah barang tentu Ahok tidak akan lagi berada di tempat itu untuk tahun-tahun mendatang. Ibarat kata pepatah "sudah lah jatuh tertimpa tangga, ketumpahan ca...