Langsung ke konten utama

Postingan

Masjid Masjid di Mana mana

Dimana-mana umat muslim sangat gemar membangun masjid. Ukuran bangunannya terkadang tak kepalang tanggung. Kebanyakan maunya lebih dari satu lantai. Dana yang diperlukan untuk memenuhi harapan membangun itu sudah pasti jauh melebihi kemampuan sumber dana masyarakatnya sendiri. Maka tak jarang saya menjumpai bangunan masjid yang setengah jadi. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk merampungkan seratus persen. Itupun bergantung pada ketekunan pengurus masjid mencari dana ditambah kejujuran mengelola. Jika sebaliknya, maka bangunan masjid yang setengah jadi itulah hasilnya. Tak jarang dalam sebuah himpunan jamaah yang tengah bersama-sama menyelesaikan pembangunan masjid, timbul friksi, selisih pendapat dan pendirian, yang pada akhirnya memunculkan gosip dan fitnah antar sesama. Ini kejadian yang lazim dimana saja. (Beda kali ya, jika yang bangun masjid itu satu orang kaya raya yang tidak butuh kepanitiaan dan sanggup merogoh kocek pribadi untuk bikin masjid ..) Masjid tetapla...

Minyak oh Minyak

Sepekan sebelum isu harga bahan bakar minyak (BBM) akan dinaikkan pemerintah, stasiun pom bensin dan solar di sekitaran kota ini, Kota Negare Bali, lebih sering tutup dengan alasan persediaan premium dan solar habis. Sangat boleh jadi ini hanya strategi dagang yang berpegang pada prinsip 'mengambil sebanyak-banyaknya kesempatan dalam kesempitan'. Huhh! Berdasar rencana (dan ini hanya isu belaka. Bahasa kerennya "sebatas wacana"), pemerintah akan menaikkan harga BBM pada awal Mei ini dengan skenario sebagai berikut: kenaikan harga ditetapkan dari 4500 per liter menjadi 6500, dikhususkan bagi kendaraan privat roda empat. Sementara bagi sepeda motor dan angkutan publik harga ditetapkan di level 4500 ato tidak dinaikkan. Skenario ini keliatan masuk akal, adil, dan menguntungkan kedua pihak (negara dan rakyat). Menguntungkan bagi negara secara politik dan sosial sebab dengan langkah ini gejolak masif (negatif) yang biasa timbul sebagai ekses kenaikan BBM tentu tak a...

Misalkan Nyepi Empat Kali Setahun

Ini kali pertama saya merasakan suasana Hari Nyepi di Bali. Semenjak tengah malam, jalanan mulai lengang. Tak sebuah pun kendaraan melintas. Pada pagi harinya, jalan di kampung kami yang biasa bising kendaraan oleh beragam aktivitas harian, juga lengang. Hanya anak-anak yang berkeliaran di jalan, mengayuh sepeda mini, atau berlari-lari kecil. Sebagian warga lebih memilih berdiam di dalam lingkungan rumah. Hanya satu dua orang tetangga Hindu yang keluar rumah, sekedar mencari pakan untuk ternak. Selebihnya adalah suasana lengang yang berbeda dari hari-hari biasanya. Pada malam hari suasana kian lengang karena lampu-lampu penerangan jalan dipadamkan. Saya sudah lama merindukan keadaan semacam ini; suasana yang sunyi, yang mengingatkan saya pada masa kecil di kampung, di sekitar tahun 80-an, ketika di jalanan belum bejibun kendaraan, dan lampu PLN sesekali padam. Kami biasa bermain di tengah jalan raya; gobak sodor dan sepakbola. Jikapun ada kendaraan yang lewat, barulah kami menyingk...

Keseimbangan

Untuk Hugo Chavez Hugo Chavez meninggal! Itulah yang saya baca di laman situs BBC sambil berbaring di kamar tidur. Dan saya kaget! Pemimpin yang populer itu meninggal? Beberapa hari terakhir saya membaca berita mengenai kembalinya Chavez dari Cuba, negara sekutu dekat Venezuela, setelah menjalani perawatan penyakit kankernya. Terakhir saya melihat foto Chavez berbaring dan tersenyum ditemani dua orang putrinya. Itu foto yang beredar di beberapa situs berita yang menggambarkan kondisi perawatan Chavez. Saya sudah lupa kapan pertama kali mengenal orang beken ini. Kalaulah tidak salah, kira-kira di tahun 2002, ketika saya menulis sebuah artikel berjudul "Dilema AS" yang dimuat koran Duta Masyarakat. Pada artikel itu, saya memasukkan nama Hugo Chavez. Selebihnya, saya sering membaca beberapa sikap kontroversialnya terkait kebijakan luar negeri Amerika, baik menyangkut invasi ke Irak dan hal lainnya. Ia menyebut nama George Walker Bush, pemimpin AS yang gemar perang itu se...

Pagi

Hari-hari kita dimulai dari waktu pagi. Saat udara terasa sejuk dan sinar matahari belum garang. Badan terasa segar sehabis bangun tidur dan pikiran bercahaya. Semasa kuliah dulu, saya sering memanfaatkan waktu pagi hari untuk membaca, menulis artikel, atau berjalan-jalan kecil di jalanan yang belum ramai. Kalau ada sempat, asyik juga memanfaatkan waktu pagi blusukan ke pasar tradisional, mencari kudapan tiwul untuk sarapan pagi. Alangkah sangat baik memulai hari dengan pikiran yang damai. Rugilah orang-orang yang menyia-nyiakan waktu pagi, yakni mereka yang memulai pagi hari dengan perasaan cemberut, pikiran kusut, kemarahan, dan caci-maki. Mereka yang memulai pagi dengan pikiran kusut, kemarahan, dan caci maki, pertanda tercabutnya keberkahan dari hidupnya. Hmmm... Saya hanya ingin berbagi kebajikan yang kecil ini: Mulailah pagi hari Anda dengan pikiran yang damai sedamai hawa pagi itu sendiri. Jika di hadapan Anda setumpuk persoalan menggunung, memulai hari dengan secer...

Petani

Di desa, saya sedikit belajar merasakan hidup menjadi petani. Cangkul, arit dan parang adalah alat kerja saya sehari-hari. Bukan lagi laptop, bolpoint dan buku. Saya dapat merasakan nikmatnya peluh yang mengucur saat tangan mengayun-ayun cangkul ke permukaan tanah yang gembur. Di sepetak tanah yang tak terlalu luas, saya menanam ubi jalar, singkong, pepaya, timun dan kacang panjang. Setiap pagi saya mandi terik matahari. Sementara isteri dan anakku menunggu di gubuk kecil. Pekerjaan petani tentu tak seringan pekerjaan saya. Beban petani jauh lebih berat lagi. Pekerjaan saya ini hanya hobi belaka, karena saya tidak harus dipusingkan dengan pupuk yang langka dan sebagainya. Tetapi dari hobi baru ini saya dapat merasakan betapa berat sangat beban para petani. Meski mereka berada dalam lingkar pergaulan sosial yang paling pinggir, karena umumnya petani tinggal di desa, namun dampak goncangan ekonomi global turut membuat kepala mereka pening. Saban tahun pemerintah memberlakukan keb...

Manfaat Puasa yang Saya Rasakan

Puasa adalah ibadah ruhani yang punya dampak bagi jasmani. Demikian saya ingin menyebutkan pengertian hadis Nabi "Berpuasalah niscaya engkau akan merasakan manfaatnya bagi kesehatan" ( Shuumuu tashihhu ). Saya sendiri merasakan manfaat puasa seperti ujaran Nabi itu. Ceritanya begini; dulu sebelum nikah, berat bersih badan saya hanya 47 kilogram. Lima bulan setelah menikah bertambah menjadi 55 kilogram. Dan setahun kemudian melonjak tajam menjadi seberat 68 kilogram Itu adalah berat badan tertinggi yang pernah saya capai. Akibatnya, banyak celana pantalon dan baju saya yang tiba-tiba terasa sesak dan tidak menyenangkan untuk dikenakan. Nomor pinggang celana saya semula 27 - 28 senti. Setelah berat badan saya meningkat menjadi 55 hingga 68, nomor pinggang celana yang bisa ditoleransi selebar 34 senti. Banyak yang kaget melihat perubahan drastis bentuk tubuh saya yang kelewat gemuk. Seringkali ungkapan takjub melihat perubahan bentuk fisik saya menjadi pembuka dalam setia...