Langsung ke konten utama

Postingan

Ujung Tahun ke Yogya

Musim libur bersamaan dengan akhir tahun 2025. Rupanya, Yogya sedang jadi magnet wisatawan domestik tahun ini. Koran Jawa Pos yang terbit 27 Desember memberi judul headline-nya "Satu Indonesia ke Jogja dan Batu Semua". Sementara koran lokal Yogya, Harian Kedaulatan Rakyat yang terbit tanggal 28 Desember, memberi judul headline-nya "Wisatawan Serbu Yogya, Malioboro Macet, Lereng Merapi Membludak".  Kami ke Yogya.  Ini catatan ringkas perjalanan lima hari di Yogya. Day 1 Rabu, 24 Desember 2025 Tiba di Yogya jam 7  WIB pagi. Turun di Jembatan layang Janti Menuju Hotel Paku Mas, titip koper. Lalu, dengan jasa Grab, meluncur ke Malioboro. Sarapan di Resto Nguri Uri, Hotel Indonesia. Aku pesan nasi, sayur lodeh dan mendoan tempe saja. Minumnya wedang uwuh yang hot itu.  Isteri dan anak-anak ngelencer ke Hamzah Batik lalu ke Prawirotaman. Aku singgah ke Jogja Library, cari arsip majalah Tempo, edisi 2 September 1989, rubrik Memoar wawancara KHR.As'ad Syamsul ...
Postingan terbaru

Hari Pertama Sekolah

Senin 21 Juli 2025. Hari ini akan jadi hari pertama bagi putriku, Dhiyaunnisa, masuk sekolah dasar. Sementara bagi putri sulungku, Sayasi Najida, juga akan menjadi hari pertamanya masuk sekolah Madrasah Tsanawiyah.  Tak terasa, anak-anak kita sudah akan punya kenalan baru, dunia baru. Berbaur dengan banyak kawan dan teman, selangkah menjauh dari kita.  Di dalam do'a, kami berharap mereka jadi anak yang baik, bermanfaat dan senantiasa menjadi permata hati orang tua. 

IMAM AZIZ DAN LKiS

 Ada beberapa nama yang identik dengan penerbit LKiS. Salah satunya, Mas Imam Aziz. Lainnya ada M. Jadul Maula, Hairus Salim, Ahmad Fikri, Farid Wajidi.  Ketika saya baru tiba di Yogya tahun 1999, penerbit LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial) itu sudah menjulang. Buku-buku terbitannya bermutu dan laris di pasaran.  Jika tidak salah ingat, buku terbitan LKiS pertama yang kubeli berjudul "Kiri Islam" karya Kazuo Shimogaki yang berisi gagasan Hassan Hanafi, dan "Tuhan Tidak Perlu Dibela" bunga rampai esai-esai Gus Dur.  Terus terang, selain kenal nama, saya tidak mengenal Mas Imam Aziz secara personal. Ia pernah diundang dalam beberapa diskusi di kampus. Tetapi, sebagai mahasiswa anak bawang, saya belum paham betul apa yang sedang dibicarakan dalam diskusi-diskusi itu.  Majalah kampus tempatku bergiat pernah meminjam gedung LKPSM di Tompeyan atas ijin Mas Imam Aziz.  Belakangan, setelah saya terlibat jadi kader di lingkaran PMII, saya baru mengerti apa proye...

Larantuka

Plakat Istana Larantuka / foto sam Ada dua jalur yang bisa ditempuh untuk sampai ke Ende. Pertama, dengan kapal laut yang bertolak dari Surabaya. Kedua, dengan kapal laut yang sama yang bertolak dari Lombok.  Keduanya sama-sama pilihan yang ambigu.  Setelah berdiskusi, akhirnya kami ambil opsi kedua; bertolak dari Gilimas Lombok. Itu artinya, kami harus menyeberang ke Lombok dulu dari Padangbay menuju Lembar. 10 Juni Perjalanan dari rumah kami di Jembrana Bali, dimulai pada jam 2 siang, tanggal 10 Juni 2025, hari Selasa, bertepatan tanggal 14 Dzulhijjah 1446 tahun hijriyah.  Kendaraan masih Toyota Rush Konde legendaris yang sudah hampir dua belas tahun menemani perjalanan kami.  Persiapan terkait kendaraan ini sudah Aku cukupi. Mulai dari servis berkala, penggantian oli mesin, ganti bearings (klaher) di bagian roda depan kiri, perbaikan seal rem yang rusak, hingga penggantian empat buah ban roda.  Kali ini Aku coba pakai GT Savero untuk mengganti merk ban asli D...